Lebih jauh lagi, jeratan yang melingkar di leher korban diketahui telah dilepaskan oleh sesama santri sebelum proses olah TKP dilakukan. Fakta ini menimbulkan tanda tanya besar.
Siapa yang memberi perintah menurunkan korban sebelum polisi datang, Apakah prosedur penanganan sudah sesuai standar, Adakah saksi yang melihat langsung detik-detik sebelum kejadian,
Pertanyaan-pertanyaan tersebut kini menjadi sorotan warga. “Kami kaget dan tidak menyangka. Korban masih sangat muda. Harus ada penjelasan yang terang,” ujar seorang warga di sekitar lokasi.
Diketahui, Pondok Pesantren ini yang juga milik Kiyai Ali Fuad selaku Ketua MUI OKU Selatan hingga kini belum diketahui motif peristiwa tersebut.
Lantaran, pihak keluarga enggan diproses hukum. Tak hanya itu, bahkan pihak pondok pesantren mengecam agar peristiwa ini tidak diketahui oleh publik.
Sedangkan, Kiyai H. Ali Fuad Pimpinan Pesantren Roudlotul Qur’an melali Gus Ahmad Rifa’i selaku pengasuh pesantren membenarkan adanya peristiwa tersebut.






